Mengelola eksekusi penjualan dan logistik di tingkat lapangan menuntut koordinasi yang sangat ketat antara stok fisik, administrasi faktur, dan manajemen aset pelanggan. Jika seorang Supervisor (SPV) atau Sales Territory Officer (STO) hanya melakukan kunjungan rutin tanpa melakukan audit stok yang mendetail atau verifikasi aset perusahaan, kebocoran operasional akan sulit dideteksi. Masalah krusial muncul saat terjadi selisih antara data "A.GLN (ISI)" di gudang pelanggan dengan laporan penjualan, atau ketika "BROKEN JUGS" tidak terdata dengan baik. Sistem Memento ini dirancang sebagai instrumen kontrol manajerial yang kaku, memaksa setiap parameter operasional divalidasi secara sistematis dalam satu profil digital.

Audit Inventaris dan Verifikasi Aset

Sistem ini menuntut ketelitian dalam penghitungan fisik produk di lokasi pelanggan. Database ini menyediakan kolom yang sangat spesifik untuk berbagai SKU AQUA dan VIT.

Pengguna diwajibkan untuk mendata stok mulai dari "A.GLN (ISI/BTL)" hingga ukuran kecil seperti "A.330ML" dan "A.220ML". Lebih lanjut, sistem ini mengintegrasikan "VERIFIKASI DISPENSER" untuk memastikan aset peminjaman perusahaan benar-benar ada di tempat. Dengan melacak jumlah "BROKEN JUGS" secara real-time, manajemen dapat memitigasi kerugian akibat kerusakan galon di pasar dan merencanakan penarikan atau penggantian aset secara lebih efisien.

Manajemen Prospek dan Penagihan Overdue

Di luar audit stok, terminal ini berfungsi sebagai alat manajemen CRM dan keuangan yang agresif. Sistem ini melacak setiap tahapan siklus hidup pelanggan.

Untuk "Prospek NOO" (New Open Outlet), sistem memaksa klasifikasi "DEAL" atau "NO DEAL" beserta "TANGGAL FD" (First Delivery). Sementara untuk pelanggan eksisting, modul "Over Due" memantau faktur yang belum terbayar, menuntut input "Plan Bayar" yang konkret. Dengan mengunci "No Invoice" terhadap status pembayaran, perusahaan memastikan bahwa arus kas terjaga dan risiko piutang tak tertagih dapat diidentifikasi secara dini oleh STO di lapangan.

Sinkronisasi Administrasi dan Jadwal Kiriman

Bagian akhir dari checklist ini difokuskan pada penyelarasan administrasi kantor dengan realitas lapangan. Sistem ini meminimalkan kesalahan pengiriman dan penagihan.

Petugas wajib mengelola "ADD JWK" (Jadwal Kiriman) dan melakukan revisi jika terjadi ketidaksesuaian melalui modul "Revisi JWK". Masalah administratif seperti revisi "No Invoice" atau "No LPB" (Laporan Penerimaan Barang) didokumentasikan lengkap dengan tanggal revisinya. Dengan menyertakan "Dokumentasi Visit" berupa foto nyata, sistem ini menciptakan transparansi total bagi Depo, memastikan bahwa setiap aktivitas pendataan oleh SPV/STO divalidasi secara visual dan geospasial sebelum hari kerja berakhir.